Rahasia di Balik Sunnah Makan Pakai Tangan
Ustadz Khalid Basalamah
Termasuk bagian daripada sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah makan dengan menggunakan tangan. Sehingga memang otomatis ada sisa makanan di tangan itu, ya. Walaupun ulama sepakat mengatakan tidak masalah menggunakan sendok, garpu, pisau, ada sebagian wilayah pakai sumpit, ya... nggak ada masalah.
Tapi kalau Anda menggunakan langsung tangan Anda menyentuh fisik makanan tersebut, maka itu lebih sesuai dengan apa yang disampaikan atau dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Menjilati sisa makanan di tangan sebelum dibasuh.
Jadi jangan biarkan kita mencuci tangan, masih ada sisa nasi, masih ada sisa bumbu, lalu kita buang begitu saja, itu akan mubazir.
Riwayat yang pertama Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian setelah selesai makan, maka janganlah dia mengusap atau membersihkan tangannya sebelum menjilati jari-jarinya, atau menyuruh orang lain dari kalangan orang yang beliau cintai, yang tidak jijik dengannya, untuk menjilatinya."
Hadits ini tentang periwayatannya, yaitu diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Riwayat ini, Bapak-Ibu sekalian, memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya adanya anjuran dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan sunnah dari beliau agar setiap orang di antara kita makan dengan tangan. Kemudian yang kedua, bagaimana dia membersihkan sisa makanan yang ada di tangannya dengan menjilatinya. Ini termasuk juga sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tadi saya bilang makanan-makanan sisa itu tidak mubazir. Kalau Anda langsung cuci di wastafel misalnya, maka akan terbuang sisa makanan tersebut. Jadi Anda usahakan bisa membersihkan menjilatinya.
Atau di sini dikatakan menyuruh orang lain, dan dijelaskan oleh penulis di sini, "dari kalangan orang yang beliau (Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) cintai yang tidak merasa jijik dengannya." Misalnya anak Anda sedang makan, kemudian Anda sebagai ibu atau ayah... Saya yakin mungkin kita tidak perlu jijik sama anak, ya. Seperti misalnya Anda mentahnik, mengunyah kan kurma yang halus dimasukkan ke langit-langit bayi misalnya. Kalau ada bayi Anda baru lahir, Anda bisa lakukan itu. Kadang-kadang kan masih ada sisa di tangan kita, jangan dicuci, kita bersihkan.
Atau seorang ibu menyuap anaknya, atau anaknya lagi makan dan masih belepotan di tangannya gitu, ya, maka dari tangannya tidak perlu kita buang, kita bisa memakannya. Itu bentuk kasih sayang juga antara orang tua dengan anak. Nah, seperti itu yang dimaksudkan dalam hadis ini.