Keutamaan Mendoakan Kesalehan Anak Dibanding Kecerdasan
Ustadz Abdurrahman Zahier
Jangan berbangga dan senang serta bahagia sekedar melihat anak kita cerdas. Jangan, apalagi dengan memuji-muji. Sekedar cerdas saja bukan tolok ukur. Itulah mengapa doanya jangan cuma, "Ya Allah jadikan anak saya cerdas," bukan. Doanya adalah minta anak yang soleh.
Nabi Ibrahim bisa saja minta anak-anaknya jadi anak cerdas, tapi beliau mendoakan, "Rabbi hab li minas-salihin." Yang diminta anak soleh. Apalagi, "Ya Allah semoga anak saya jadi ustadz," enggak ada jaminan ustadz soleh, enggak ada.
Jadi mintanya soleh, bukan jadi profesi tertentu, bukan jadi kecerdasan tertentu, bukan, mintanya soleh. Dan soleh itu murni taufik iman dari Allah.
Jadi minta anak yang soleh. Enggak usah muluk-muluk tentang permintaan kita kepada Allah tentang anak-anak kita, minta anaknya soleh.