Kunci Memperbaiki Urusan Dunia dan Akhirat: Mulai dari Shalat

Ustadz Khalid Basalamah

27 Juni 2026

Kalau Bapak-Ibu mau memperbaiki apapun dari urusan dunia, pun urusan akhiratnya, mulai dari shalatnya. Jadi dengan kita jaga shalat lima waktu aja, setiap dengar azan berhenti semua aktivitas, langsung shalat, tenang dalam gerakan, sempurna dalam bacaan, sampai salam, maka sudah jaminan surga. Itu sangat ringan, ya.

Kalau shalat ini sudah diperbaikin—kami pernah bahasakan tuh di pengajian kita ini dan di pengajian-pengajian yang lain—kalau Bapak-Ibu mau memperbaiki apapun dari urusan dunia, pun urusan akhiratnya, mulai dari shalatnya. Kalau shalat itu sudah baik, urusan dunia-akhirat kita akan baik.

Itu juga sejalan dengan makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta'ala berfirman, 'Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.' Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya." (HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa'i, no. 466)

Oleh karena itu, jaminan surga gampang, asal kita perhatikan masalah shalat. Jadi mulai sekarang coba Bapak-Ibu introspeksi diri mana shalat-shalat yang masih suka Anda terbengkalai. Jangan bunyikan alarm di waktu shalat, bunyikan alarm sebelum waktu shalat, supaya sempat wudhu, ya, sempat persiapan dulu.

Begitu azan, sudah berdiri di atas sejadahnya, sudah jawab muadzin, karena ada keutamaan menjawab muadzin, baca selawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, baca doa habis azan, doa antara azan dan iqamah, shalat qabliyah, baru shalat wajib di awal takbiratul ihram pertama imam. Ini orang yang paling sempurna dalam shalatnya. Dan jaga itu sampai kita wafat.

Sampai kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan." (HR. Tirmidzi, no. 241)

Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, 40 hari ke depan, maka dia akan dijamin selamat dari neraka dan juga kemunafikan. Artinya jamin masuk surga, ya.