Rahasia Akhir Hidup yang Indah

Ustadz Abdurrahman Zahier

23 Agustus 2026

Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ
"Ya Allah, jadikanlah akhir amalanku itu di penghujungnya."
وَخَيْرَ عُمُرِي آخِرَهُ
"Dan sebaik-baik daripada umurku itu di akhirnya."
وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ
"Dan hari terbaikku adalah hari ketika diriku berjumpa dengan Engkau."

Ini doa. Yang pertama, jadikanlah amal terbaikku di penghujungnya, umur terbaikku di akhirnya, dan hari terbaikku ketika aku bertemu dengan Engkau.

Berarti hari terbaik kita dan amal terbaik kita itu harusnya menjadi di penghujung. Berarti kalau hari terbaik dan amal terbaik kita di penghujung, berarti mau nggak mau grafik kita hari ke hari itu harus naik. Karena untuk mendapatkan the best day dan amal terbaik itu nggak mungkin kalau kita fluktuatif. Berarti, kalanpun fluktuatif, trennya itu harus naik.

Yang menjadi masalahnya, kita nggak dikabarin kapan ujung wafat kita. Nggak ada SP dari langit, nggak ada broadcast dari langit, tidak ada notification dari langit tentang kapan kita meninggal. Itu yang jadi masalahnya.