Jangan Mencela Waktu: Pesan Rasulullah tentang Musim dan Takdir
Ustadz Khalid Basalamah
Tidak boleh menghina waktu. Walaupun kita tidak suka musim... musim hujan, musim panas, ya mungkin kalau di beberapa negara musim salju misalnya, enggak boleh kita menghina. Karena penciptanya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan Allah lebih tahu dengan hikmah-Nya kenapa Allah ciptakan.
Sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam riwayat Ahmad dan Al-Bazzar, kata beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Laa tasubbud dahra fa innallaha huwad dahr." Jangan pernah kalian mencela masa atau waktu, karena sesungguhnya Allah-lah yang mengatur waktu itu. Jadi enggak boleh sama sekali. Walaupun kita tidak suka, ya sudah kita terima.
Lagi hujan, kita nikmati saja, kita syukuri. Kalau perlu kita menambah wawasan kita dengan mencari tahu hikmah-hikmah Allah dari hujan tersebut. Karena kan air ini daur ulang gitu ya. Air ini bukan air baru, air yang dari dulu dari awal Allah ciptakan. Itu aja semua yang menguap pada saat panas, naik di awan, kemudian diturunkan lagi.
Maka kalau turun hujan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ya kadang-kadang membuka imamah beliau dan sebagian bajunya dan membiarkan air hujan. Karena setelahnya beliau bersabda, "Sesungguhnya ini air yang baru turun dari rahmat Tuhan-Nya." Gitu kan. Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kadang-kadang bahkan berdoa pada saat hujan turun.
Maka teman-teman sekalian, kita jangan menghinanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih tahu tentang musim hujan itu, kenapa hujan sekian lama Allah sudah meatur-Nya, ya. Begitu juga dengan musim kemarau, walaupun kita bisa minta Allah turunkan hujan dengan salat istisqa, tapi semua dengan hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala.