Hukum Mengaminkan Doa dari AI
Ustadz Muamar Ma'ruf
Penanya: Saya sering mengadu nasib dan keadaan saya sama AI, dan AI selalu akhiri ayat dengan satu doa seperti saya doa agar Allah permudahkan semuanya. Bolehkah kita aamiinkan ayat tersebut?
Ustadz DR. Muamar Ma'ruf, Lc., M.A.: Jadi ada masalah, mengadu kepada AI. Nanti AI bagi solusi, gitu kan? AI ini kan satu aplikasi, boleh atau tidak? Bergantung apa yang diadukan.
Contoh kita ada masalah ekonomi, kita kesempitan ekonomi lalu mengadu kepada AI. Bukan! Mengadu tetap kepada Allah. Cuma kalau menjadi wasilah, jadikan AI atau apa Google menjadi wasilah. "Saya kesempitan ekonomi," lalu berdoa pada Allah, "Ya Allah, murahkanlah rezekiku."
Lalu apa masalah dia? Mungkin niaga dia tak lancar, apa niaga yang terbaik untuk time ini? Lalu dia searching di Google, yang ini boleh. Tetapi untuk murahkan rezeki, bukan minta kepada Google atau kepada AI.
Jadi kalau seandainya dia ada masalah, dia mengadu kepada AI, apa masalah dia ni? Masalah dia contoh, "Saya nak cari bisnis terbaik untuk tahun ini." Ternyata AI bagi solusi, solusinya "Bisnis terbaik adalah buat kue ini ini ini," ha gitu. Lepas tu, "Semoga dipermudah urusan Anda," kan ada macam tu? Boleh tak kita aamiinkan? Tak ada masalah kalau kes macam ni.
Cuma jangan pula di AI tu, "Wahai AI, tolong doakan saya semoga saya murah rezeki." Ha, itu yang salah! Karena doa yang mustajab bukan doa dari AI. Doa daripada kaum muslimin yang taat pada Allah. Ketika ada orang sholeh dan orang itu masih hidup, kita minta kepada dia, "Bang, Pak, Ustadz, tolong doakan saya." Ini doa mustajab.
Kata Nabi, bahwa doa seorang muslim kepada untuk saudaranya, ini mustajab. Tetapi bukan doa AI, boleh paham?
Jadi lihat di mana situasinya. Ada yang boleh dan ada yang tak boleh. Wallahu ta'ala a'lam bishawab.