Tak Paham Bahasa Arab, Bolehkah Berdoa Pakai Bahasa Apa Saja Ketika Sujud?

Ustadz Muamar Ma'ruf

26 Juli 2026
"Berdoa saat sujud dengan yang sama berulang-ulang, apakah harus doa yang terdapat dalam Al-Qur'an saja, atau boleh doa pakai bahasa Indonesia? Karena yang kami doa tidak semuanya ada dalam Al-Qur'an."

Oke jemaah dikasih oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, di dalam hadis Nabi katakan:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Aqrabu ma yakūnul ‘abdu min rabbihi wa huwa sājidun fa-aktsirū ad-du’ā”

Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa.

Jadi doanya macam mana? Kalau sujud itu adalah sujud ketika sholat, yang namanya sholat mulai dari takbiratul ihram sampai salam harus pakai bahasa Arab. Tak boleh guna bahasa yang lain, tak boleh.

"Allah Maha Besar", boleh? Tak boleh. Harus semua dari Allahu Akbar, Al-Fatihah "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", boleh kita baca macam tu? "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam", tak boleh. Harus pakai bahasa Arab. Walaupun paham atau tak paham, harus pakai bahasa Arab.

Begitu juga dalam sujud, pakai bahasa Arab. Kalau tak paham bahasa Arab, maka pakai dengan bahasa selain Arab tapi itu hanya boleh dalam hati saja.

Apabila dah dilafazkan, harus pakai bahasa Arab. Maka pastikan doa yang senang kita baca doa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana ātinā fid-dunyā hasanatan wa fil-ākhirati hasanatan wa qinā ‘adhāban-nār”

Itu doa all-in-one. Kalau yang spesifik, guna bahasa Arab.

Allahu ta’ala a’lam bish-shawab.